Wrap-up Weekend #1

Tahun ini target membaca saya adalah 40 buku. Errr.. tepatnya sih target saya adalah membaca 14000 halaman buku. Soalnya kalau saya sekadar menargetkan baca 40 buku, ya saya baca buku karangan Maurice Sendak yang tipis-tipis aja lah biar target tercapai 😀

photo (7)

Di permulaaan 2014 ini saya bisa mengatur waktu dengan baik. Ada lah beberapa hal yang membuat saya bisa bilang gitu termasuk dalam soal membaca. Selama 31 hari di Januari saya berhasil membaca enam buku dengan total 1215 halaman, yang berarti rata-rata bukunya hanya setebal 202 halaman (tipis banget ya). Dari enam tersebut, lima adalah kumpulan cerita pendek dan satu novel. Detailnya sebagai berikut:

Seribu Kunang-kunang di Manhattan – Umar Kayam

Ini adalah buku pertama yang saya baca di 2014. Yah ini juga buku pertama Umar Kayam yang saya baca sih. Buku ini saya beli karena terpengaruh teman saya yang super ngidam pingin punya buku ini. Isinya terdiri dari sepuluh cerita pendek dengan rentang waktu dan tempat yang berbeda-beda (awalnya saya kira semuanya berlatar tempat di luar negeri). Nggak semua ceritanya saya suka, tapi beberapa di antaranya sangat memikat seperti Bawuk dan Sri Sumarah.

Rating: 4 dari 5 bintang.

The Wonderful Story of Henry Sugar and Six More – Roald Dahl

Saya adalah penggemar berat Roald Dahl sejak lama. Tapi, jujur saja saya nggak pernah baca kumpulan cerpennya. Ini adalah pertama kalinya saya membaca kumpulan cerpen dari Roald Dahl dan saya terkaget-kaget saat membacanya! Ada tujuh cerita di buku ini dan tiga di antaranya adalah non-fiksi, termasuk tulisan pertama Roald Dahl tentang pengalamannya sebagai pilot pesawat tempur semasa Perang Dunia II. Buku yang menarik dan penuh kejutan (saya nggak menyangka Roald Dahl bisa menulis dengan gaya Edgar Allan Poe).

Rating: 4 dari 5 bintang.

The Great Automatic Grammatizator And Other Stories – Roald Dahl

Sama dengan buku sebelumnya, ini juga kumpulan cerita pendek. Ada tiga belas cerita di buku ini dengan genre macam-macam dari humor, misteri, sampai thriller. Sulit sekali untuk menentukan cerita mana yang jadi favorit saya karena setiap cerita punya keunikan sendiri. Tapi, ada satu cerita berjudul ‘Katina’ yang membuat saya agak suram karena larut merasakan pedihnya peperangan. Bisa saya katakan bahwa buku ini adalah salah satu karya Roald Dahl favorit saya.

Rating: 5 dari 5 bintang.

Negeri Para Peri – Avianti Armand

Buku ini dibagikan secara gratis dalam bentuk .pdf oleh penulisnya. Terdiri dari enam belas cerita pendek yang menurut saya sih agak suram. Layout dan desain bukunya cukup menarik, agak suram-suram gimana gitu disesuaikan dengan tema suram ceritanya. Nggak semua cerita yang ada bisa saya nikmati. Ada beberapa yang membuat dahi saya berkerut, mata saya berputar, dan bahu yang bergidik ngeri campur jijik. Tapi, ada beberapa cerita yang membuat saya larut di dalamnya, cerita dengan tipikal yang saya sukai; bittersweet.

Rating: 3 dari 5 bintang.

Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir – Y B Mangunwijaya

Lagi-lagi saya membaca kumpulan cerpen. Ini adalah kumpulan cerpen pertama dan terakhir Romo Mangun. Yah, ini juga pertama kalinya saya membaca karya Romo Mangun, tapi saya pikir ini tidak akan menjadi karya terakhir beliau yang saya baca. Terdiri dari dua puluh cerita yang ditulis dari tahun 60an sampai 90an. Saya suka gaya penceritaan Romo Mangun yang deskriptif dan mengalir. Dari dua puluh cerita yang ada, saya suka sekali dengan Rheinsten, Mbak Pung, dan Thithut.

Rating: 4 dari 5 bintang.

Beauty Case – Icha Rahmanti

Selain buku-bukunya Ilana Tan, Jia Effendi, dan Ika Natassa, saya juga benci sekali pada buku ini 😐 Yah, saya memang nggak terlalu gemar baca chiclit. Tapi, nggak berarti saya benci semuanya. Ada beberapa yang saya suka, yang jelas bukan buku ini. Tokoh utamanya, Nadja, super labil, kekanakan, dan menyebalkan. Banyak sekali tingkah Najda yang membuat saya terheran-heran sambil berkata dalam hati, “Yang bener aja woy! Pinter dikit kenapa sih!” Oh Tuhan, lindungilah saya dari bacaan-bacaan nggak mutu seperti ini.

Rating: 1 dari 5 bintang.

Advertisements

5 thoughts on “Wrap-up Weekend #1

  1. Arghhhh…..jadi inget bukunya Frederick Forsyith, The Dogs Of War, yang kubeli 3 bulan yang lalu dan belum tamat kubaca….. *seandainya waktu bisa dibeli #ngeles, emang lagi malas baca aja 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s