The Marriage Plot

Saya membaca The Marriage Plot nyaris tiga minggu lalu, tapi masih ada kesan kuat yang tertinggal pada diri saya. Kalau kata anak gaul tumblr sih ini namanya book hangover. The Marriage Plot adalah buku yang saya beli dan baca tanpa ada ekspektasi apa-apa tapi berakhir sangat kenapa-kenapa setelah membacanya.

Dibeli di diskon Periplus di FX dengan harga IDR 35,000.- saja, buku ini pun masuk ke tumpukan bacaan saya. Sehari sebelum saya pergi berkunjung ke negeri matahari terbit, saya bingung mau membawa buku apa sebagai teman perjalanan. Akhirnya The Marriage Plot saya pilih untuk menemani saya karena cukup tebal dan sepertinya temanya menarik.

photo (11)

Cerita The Marriage Plot berpusat pada tiga orang usia 20-an yang berusaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar hidup mereka, baik dalam percintaan, pekerjaan, dan spiritual. Tokoh utamanya, Madeleine Hanna, adalah seorang wanita awal 20-an yang mengambil jurusan Sastra Inggris. Madeleine menyukai penulis era Victoria seperti Austen dan Bronte. Di awal-awal novel, banyak bagian yang menceritakan perkuliahan Madeleine dan pandangan-pandangannnya mengenai kehidupan dan percintaan melalui buku-buku yang ia baca. Banyak referensi yang diambil dari buku-buku Austen, Bronte dan juga pembahasan semiotika dari Derrida dan Barthes. Hal ini bisa jadi menyenangkan untuk yang tertarik dengan tema tersebut, tapi bisa jadi  major turn off  di awal buku kalau pembacanya kurang tertarik dengan tema tersebut.

Dua tokoh lain yang ‘mewarnai’ novel ini adalah Leonard Bankhead dan Mitchell Grammaticus. Leonard adalah pusat perhatian banyak orang dengan kecerdasan dan penampilannya yang menarik. Leonard mengambil jurusan Biologi dan Filosofi, memakai bandana di kepalanya, dan punya kebiasaan mengunyah tembakau. Sementara itu, Mitchell berpenampilan ala akademisi, mengambil kuliah Teologi, dan punya ketertarikan besar terhadap studi perbandingan agama.

Sekilas bisa ditebak bahwa ada cinta segitiga antara Madeleine, Leonard, dan Mitchell. Mitchell menyukai Madeleine, sementara itu Madeleine dan Leonard saling mencintai. Tapi, ceritanya tidak sesederhana itu. Madeleine, Leonard, dan Mitchell masing-masing merasa insecure terhadap diri mereka dan masa depan. Apakah benar Madeleine mencintai Leonard? Apakah benar Leonard tidak bisa hidup tanpa Madeleine? Dan apakah Mitchell yakin bahwa pada akhirnya Madeleine ditakdirkan akan bersamanya? Banyak pertanyaan yang muncul dalam diri mereka dan mereka berusaha mencari jawabannya dengan cara masing-masing.

IMG_0160

Sejujurnya, saya tidak menyangka kalau The Marriage Plot mampu ‘menggerakkan’ diri saya sampai segitunya. Saya bisa bilang kalau tokoh-tokohnya tidak loveable. Percintaan mereka tidak seunyu anak-anak muda di The Faults in Our Stars dan mereka tidak semanis itu. Tapi, saya terharu dan depresi sendiri melihat proses Madeleine, Leonard, dan Mitchell dalam mencari jawaban atas pertanyaan mereka. Saya yang jarang menangis malah nyaris menangis (ditahan-tahan karena malu diliat orang) saat membacanya di bandara. Mungkin karena saya sedang sensitif atau karena efek perjalanan saya saat itu, tapi sungguh The Marriage Plot membantu saya berpikir tentang banyak hal, termasuk membantu mendekontsruksi cara berpikir saya tentang percintaan *halah* Lima dari lima bintang untuk buku ini. Definitely worth the pain and effort to read!

“There are some books that reached through the noise of life to grab you by the collar and speak only of the truest things.” ― Jeffrey EugenidesThe Marriage Plot

Judul : The Marriage Plot
Bahasa : Inggris
Pengarang : Jeffrey Eugenides
Penerbit : Farrar, Straus and Giroux
Terbit : 11 Oktober 2011
Tebal : 406 halaman
Harga : IDR 35,000.00 (Diskon Periplus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s