Both Flesh and Not

10477912_10201911289818063_9032702467308303199_nSedang mengalami reader’s block. Gaul banget deh pakai istilah reader’s block segala 😆 Ya intinya sedang tidak bersemangat membaca gitu. Dua buku yang kemarin kemarin sudah mulai dibaca di-drop semua. Akhirnya saya pun mencoba “bertualang” dengan mengambil buku secara acak dari tumpukan yang ada, kali-kali aja yang nyantol di hati dan bisa dibaca sampai selesai.

Pagi ini iseng baca Both Flesh and Not, buku kumpulan esai karangan David Foster Wallace. Karena ini kumpulan esai, ya gapapa sih kalau satu buku ga selesai dibaca, paling nggak kan satu esai sudah dibaca. Tadi pagi selesai baca satu esai pembuka di buku tersebut, judulnya Federer Both Flesh and Not. Wallace bercerita tentang Federer, pertandingan tenis, dan renungan soal olahraga (dan hidup).

Sejujurnya saya nggak terlalu menyimak soal tenis. Lalu, ini adalah tulisan pertama Wallace dan juga esai pertama mengenai olahraga yang saya baca. Jadi, bisa dibilang ini adalah sesuatu yang baru bagi saya. Menarik juga ternyata membaca esai tentang olahraga. Nggak nyangka sih kalau saya yang bukan penggemar olahraga bisa menikmati membacanya (ya mungkin karena nggak melulu soal olahraga juga sih).

For reasons that are not well understood, war’s codes are safer for most of us than love’s.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s