Wrap Up Weekend #3

Well, mungkin sudah nyaris sejuta tahun saya ga update blog ini. Ya, dan mungkin, sudah lebih dari dua juta tahun saat saya terakhir kali posting Wrap Up Weekend, yang niat awalnya akan ditulis tiap bulan. But, life happens and it seems that I never have enough time to all things I want(ed) to do. Done with the excuses, now I’m getting on the Wrap Up Weekend.

photo-7

Januari 2015, awal yang baik untuk mengira-ngira seberapa banyak buku yang akan selesai dibaca tahun ini. Bulan ini saya selesai membaca empat buku. Bukan jumlah yang bisa dibanggakan, tapi nggak jelek juga mengingat total halaman yang dibaca adalah 1400. Berarti kalau tiap bulan saya konstan membaca sebanyak itu bisa berarkhir dengan 16,800, yang tentunya melampaui rekor saya selama tiga tahun belakangan.

Sepanjang Januari, lumayan banyak komik yang dibaca sampai lose track (biasanya komik ga masuk ke Goodreads, kecuali kalau komiknya seinen/josei) dan males juga ngaduk-ngaduk tumpukan lagi untuk mengingat komik apa saja yang sudah dibaca.

Komik yang paling berkesan dibaca di bulan ini ada dua:

1.Our Summer Holiday yang bercerita soal liburan musim panas dua anak SD. Bukan liburan musim panas biasa, tapi sulit dilupakan karena… karena… karena terjadi hal yang agak mengerikan. Meskipun covernya unyu-unyu gitu, tapi temanya berat, bikin ingat filmnya Koreeda yang Dare Mo Shiranai.

2. Beelzebub Vol.18 yang makin dodol dan heboh ga jelas. Di tiap volume pasti ada kedodolan aneh-aneh sih. Tapi volume yang ini dodolnya keterlaluan, terutama di bagian Manusia Nasi dan Kakek Centong. Untung bacanya di kamar, jadi ga keliatan aneh karena ketawa kenceng-kenceng.

Sementara itu, untuk buku yang dibaca bulan ini, rata-rata agak serius gimana gitu, kecuali Seri Jennings.

Mr. Commitment – Mike Gayle

Buku pertama di 2015! Sudah pernah baca dua buku Mike Gayle lainnya dan punya pendapat yang imbang: satu bagus dan satu nyebelin. Bukunya dibeli di diskonan lapak Gramedia Citywalk dan langsung dibaca di hari yang sama akibat males mikir baca yang berat-berat. Ternyata bagus juga. Tokoh-tokohnya likeable dan masalah yang dihadapi lumayan bisa saya pahami. Meski sempat sedikit terseok membaca di tengah-tengah buku, tapi akhirnya bisa diselesaikan dengan riang gembira.

Rating: 4 dari 5 bintang

Untung Ada Jennings – Anthony Buckeridge

Dulu sekali pernah baca Jennings Series ini, tapi ga terlalu ingat ceritanya. Kayaknya karena dulu lebih suka Lima Sekawan, Sapta Siaga, dan Trio Detektif. Akhirnya baca Jennings Series lagi setelah main ke tempat teman dan dia punya ini. Ini buku ke-8 sih, tapi ya sudahlah. Ceritanya ga jauh-jauh dari keisengan Jennings dan teman-temannya di sekolah asrama Linbury Court School. Yang paling berkesan dari buku ini adalah makian-makiannya yang ajaib, dari mulai “pancing peot”, “keju kaku”, dan “keju bulukan.” Jadi penasaran baca edisi Bahasa Inggrisnya 😆

Rating: 3 dari 5 bintang

On Such a Full Sea – Chang Rae Lee

Kalau bukan karena diskonan Periplus, mungkin saya ga akan terlalu sadar keberadaan buku ini. Ini pertama kalinya saya bukunya Chang Rae Lee, yang tampaknya cukup populer dalam menulis tema imigrasi, asimilisasi, dan kesepian. Awal tertarik baca karena merasa judulnya puitis banget plus suka sama covernya yang sederhana.

Seperti judulnya, kalimat-kalimatnya juga puitis. Bukan puitis menye-menye penuh cinta, tapi cantik aja gitu.

“A tale, like the universe, they tell us, expands ceaselessly each time you examine it, until there is finally no telling exactly where it begins, where it ends, or where it places you now.”

Di awal-awal ceritanya cukup memikat, tapi di sepertiga terakhir jadi membosankan dan membingungkan (I whined about this book almost everyday, I bet my friend hated me because of it). Untungnya terbayar dengan ending yang ga disangka-sangka.

Rating: 3 dari 5 bintang

The Girl on The Train – Paula Hawkins

Buku ini sedang happening banget di Goodreads karena diklaim sebagai the next Gone Girl. Tambah happening lagi waktu Stephen King ngetweet soal buku ini dan berpendapat “really great suspense novel. Kept me up most of the night. The alcoholic narrator is dead perfect.” Gimana saya ga makin ngiler buat baca ini coba. Bukunya baru ada edisi hardcover dengan harga yang agak ga santai. Bye bye money!

Sekilas emang mirip Gone Girl, tapi kalau udah selesai baca, jadi ga mirip lagi. Buku ini lebih mudah dibaca, pace lebih cepat, dan tokohnya ga sengeri Amy dari Gone Girl. Dari pertengahan buku sudah mulai keliatan siapa pelakunya, tapi tetap aja agak ga nyangka endingnya.

Sempat galau ngasih tiga setengah atau empat bintang, tapi akhirnya dibulatkan ke atas karena faktor easy read-done-in-one-sitting plus more likeable characters compared to Gone Girl.

Rating: 4 dari 5 bintang

Dan akhirnya setelah membaca empat buku bulan ini, status di Goodreads Challenge pun jadi “you’re 1 book ahead of schedule”  YAY! Semoga tetap on track atau ahead of schedule di Februari!

uan, terutama di bagian Manusia Nasi dan Kakek Centong. Untung bacanya di kamar, jadi ga keliatan aneh karena ketawa kenceng-kenceng.

Sementara itu, untuk buku yang dibaca bulan ini, rata-rata agak serius gimana gitu, kecuali Seri Jennings.

Mr. Commitment – Mike Gayle

Buku pertama di 2015! Sudah pernah baca dua buku Mike Gayle lainnya dan punya pendapat yang imbang: satu bagus dan satu nyebelin. Bukunya dibeli di diskonan lapak Gramedia Citywalk dan langsung dibaca di hari yang sama akibat males mikir baca yang berat-berat. Ternyata bagus juga. Tokoh-tokohnya likeable dan masalah yang dihadapi lumayan bisa saya pahami. Meski sempat sedikit terseok membaca di tengah-tengah buku, tapi akhirnya bisa diselesaikan dengan riang gembira.

Rating: 4 dari 5 bintang

Untung Ada Jennings – Anthony Buckeridge

Dulu sekali pernah baca Jennings Series ini, tapi ga terlalu ingat ceritanya. Kayaknya karena dulu lebih suka Lima Sekawan, Sapta Siaga, dan Trio Detektif. Akhirnya baca Jennings Series lagi setelah main ke tempat teman dan dia punya ini. Ini buku ke-8 sih, tapi ya sudahlah. Ceritanya ga jauh-jauh dari keisengan Jennings dan teman-temannya di sekolah asrama Linbury Court School. Yang paling berkesan dari buku ini adalah makian-makiannya yang ajaib, dari mulai “pancing peot”, “keju kaku”, dan “keju bulukan.” Jadi penasaran baca edisi Bahasa Inggrisnya 😆

Rating: 3 dari 5 bintang

On Such a Full Sea – Chang Rae Lee

Kalau bukan karena diskonan Periplus, mungkin saya ga akan terlalu sadar keberadaan buku ini. Ini pertama kalinya saya bukunya Chang Rae Lee, yang tampaknya cukup populer dalam menulis tema imigrasi, asimilisasi, dan kesepian. Awal tertarik baca karena merasa judulnya puitis banget plus suka sama covernya yang sederhana.

Seperti judulnya, kalimat-kalimatnya juga puitis. Bukan puitis menye-menye penuh cinta, tapi cantik aja gitu.

“A tale, like the universe, they tell us, expands ceaselessly each time you examine it, until there is finally no telling exactly where it begins, where it ends, or where it places you now.”

Di awal-awal ceritanya cukup memikat, tapi di sepertiga terakhir jadi membosankan dan membingungkan (I whined about this book almost everyday, I bet my friend hated me because of it). Untungnya terbayar dengan ending yang ga disangka-sangka.

Rating: 3 dari 5 bintang

The Girl on The Train – Paula Hawkins

Buku ini sedang happening banget di Goodreads karena diklaim sebagai the next Gone Girl. Tambah happening lagi waktu Stephen King ngetweet soal buku ini dan berpendapat “really great suspense novel. Kept me up most of the night. The alcoholic narrator is dead perfect.” Gimana saya ga makin ngiler buat baca ini coba. Bukunya baru ada edisi hardcover dengan harga yang agak ga santai. Bye bye money!

Sekilas emang mirip Gone Girl, tapi kalau udah selesai baca, jadi ga mirip lagi. Buku ini lebih mudah dibaca, pace lebih cepat, dan tokohnya ga sengeri Amy dari Gone Girl. Dari pertengahan buku sudah mulai keliatan siapa pelakunya, tapi tetap aja agak ga nyangka endingnya.

Sempat galau ngasih tiga setengah atau empat bintang, tapi akhirnya dibulatkan ke atas karena faktor easy read-done-in-one-sitting plus more likeable characters compared to Gone Girl.

Rating: 4 dari 5 bintang

Dan akhirnya setelah membaca empat buku bulan ini, status di Goodreads Challenge pun jadi “you’re 1 book ahead of schedule”  YAY! Semoga tetap on track atau ahead of schedule di Februari!

Advertisements